Ada banyak pilihan spot wisata di Jogja, mulai dari wisata alam, desa wisata, tempat belanja, wisata kuliner, wisata edukasi dan jenis wisata lainnya. Diantara banyak pilihan spot wisata ini, mungkin ada salah satu yang jarang diketahui oleh para muda mudi. Yaitu wisata religi Jogja.

Ya, Jogja sebenarnya juga memiliki banyak jejak sejarah Islam yang lokasinya dijadikan sebagai spot wisata religi Jogja. Selain menghibur karena dapat menikmati keindahan spot wisata bersejarah, wisatawan juga bisa memanfaatkan waktu untuk beribadah menyegarkan hati di tempat-tempat religi islami yang ada di Jogja.

Wisata Religi Jogja

Apa saja spot wisata religi Jogja? Ternyata ada banyak. Bahkan ada spot yang aksesnya cukup jauh masuk ke dalam. Namun karena berada di tempat yang tenang dan nyaman, spot wisata yang jauh ini tetap memberikan sensasi tersendiri. Nah, apa saja spot wisatanya? Simak informasi berikut ini.

1. Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman, sumber Tugu Wisata
Masjid Gedhe Kauman, sumber Tugu Wisata

Kita mulai dari pusat Kota Yogyakarta. Di pusat kota, lokasi wisata yang paling terkenal tentu saja lingkungan Kraton Jogjakarta. Di dalam lingkungan ini sebenarnya ada banyak spot yang bisa dikunjungi mulai dari Alun-alun Utara dan Selatan, Taman Sari hingga Masjid Gedhe Kauman.

Masjid Gedhe Kauman merupakan salah satu ikon wisata religi di Jogja. Masjid ini bersejarah dan masih terawat sebagaimana bentuk aslinya saat pertama dibangun. Melalui masjid ini, khazanah islam di Kraton Jogja dapat terlihat.

Masjid Gedhe Kauman dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I bersama Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penghulu kraton pertama) dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya. Masjid ini dibangun pada hari Ahad Wage, 29 Mei 1773 M atau 6 Rabi’ulakhir 1187 H.

2. Makam Raja di Imogiri

Kompleks Pemakaman Imogiri, sumber Wikipedia
Kompleks Pemakaman Imogiri, sumber Wikipedia

Dalam peristiwa sejarah yang ada di Jogja, Kerajaan Jogja sempat beralih dari Kerajaan Hindu menjadi Kerajaan Mataram Islam. Nah, Imogiri adalah salah satu tempat yang menjadi peninggalan bersejarah Kerajaan Mataram Jogja. Di sini dimakamkan semua Sultan yang pernah menjadi pemimpin Kerajaan Mataram Jogja.

Uniknya, lingkungan pemakaman di Imogiri ini begitu lestari dan indah alamnya. Ditambah dengan bangunan makam yang juga khas serta beberapa acara tradisional yang juga sering diadakan di lokasi, tempat ini menjadi salah satu wisata religius yang ada di Jogja.

Makam Imogiri dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo yang merupakan keturunan dari Panembahan Senopati Raja Mataram I. Makam ini terletak di atas perbukitan yang juga masih satu gugusan dengan Pegunungan Seribu.

3. Masjid Agung Kotagede

Masjid Agung Kotagede, sumber Jogja Car
Masjid Agung Kotagede, sumber Jogja Car

Kotagede Jogja dikenal sebagai salah satu area kerajinan perak di Jogja. Namun jika melihat sejarahnya, Kotagede lebih dari sekedar sentra kerajinan perak saja. Kotagede sempat menjadi pusat Ibukota Yogyakarta pada masa Kerajaan Mataram. Karena itu Kotagede sebenarnya memiliki bangunan-bangunan yang ikonik salah satunya Masjid Agung Kotagede.

Bangunan Masjid Gedhe Mataram dibagi menjadi beberapa bagian, yakni halaman, pagar keliling, masjid, dan makam. Makam yang terdapat di Masjid Agung Kotagede hanya diperuntukkan bagi keluarga besar trah raja-raja Mataram Islam.

Cek Harga Keranda Mayat Stainless

Ada juga tempat peristirahatan terakhir yang terletak di belakang masjid. Tempat tokoh penting kerajaan seperti Ki Ageng Pamanahan dan Panembahan Senopati disemayamkan. Ada pula makam Sultan Hamengku Buwono II serta kuburan Panembahan Seda Krapyak yang merupakan ayah raja terakhir Mataram Islam, Sultan Agung.

4. Makam Syekh Maulana Maghribi

Masuk Makam Syekh Maulana Maghribi, sumber aroengBinang
Masuk Makam Syekh Maulana Maghribi, sumber aroengBinang

Makam Syekh Maulana Maghribi menjadi salah satu tempat ziarah yang menarik untuk dikunjungi. Selain nilai religinya, tempat ini memiliki struktur bangunan yang unik salah satunya ratusan anak tangga yang harus dilewati untuk sampai menuju makamnya.

Syekh Maulana Maghribi diyakini sebagai salah satu yang paling awal menyebarkan agama Islam di Yogyakarta. Bahkan dikatakan bahwa beliau sudah sampai sebelum walisongo. Karena itu, beliau menjadi salah seorang yang dihormati karena jasanya sehingga makamnya sering dikunjungi sebagai napak tilas.

Makam syeh Maulana Maghribi terletak di atas sebuah bukit di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul. Untuk berziarah ke makam, pengunjung harus naik melewati ratusan anak tangga. Makamnya berada di puncak. Setiap malam Jumat dan Selasa Kliwon, makam Syeh Maulana Maghribi di Parangtritis ramai dikunjungi oleh peziarah dari pelbagai daerah. Terlebih, ketika penanggalan Jawa memasuki bulan ruwah. Peziarah tidak pernah sepi.

5. Dusun Mlangi

Dusun Mlangi, sumber Kompas
Dusun Mlangi, sumber Kompas

Dusun atau Kampung Mlangi ternyata merupakan situs Islami tertua di Yogyakarta. Namun bukan hanya seputar bangunan makam atau masjid ikonik, Kampung Mlangi dikenal karena merupakan lingkungan pendidikan Islam yaitu Pondok Pesantren yang sudah berusia sangat tua.

Dusun Mlangi berada di Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, terletak di sebelah Barat Kota Yogyakarta. Area ini didirikan oleh Kiai Nur Iman yang merupakan Kakak dari Hamengkubuwono I namun berbeda Ibu. Kiai Nur Iman dikenal karena pendiriannya yang menjauh dari dunia politik Kraton Jogja dan memilih mendedikasikan dirinya dalam pendidikan islami bersama warga setempat.

Sisi wisatanya adalah apabila pengunjung ingin merasakan suasana pondok pesantren dengan tradisinya yang sejak lama dilestarikan, maka mereka akan berkunjung dan menginap di sini. Bahkan pernah ada wisatawan asing dari luar Indonesia yang berkunjung dan beraktivitas sebagaimana aktivitas khas santri di tempat ini.

Itu dia beberapa tempat wisata religi di Jogja yang bisa Anda coba kunjungi. Namun tentu saja, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam situasi pandemi ini. Semoga informasi ini dapat menghibur dan bermanfaat untuk Anda.