Selamat datang dalam perjalanan yang memikat ke dalam keindahan sejarah Candi Plaosan, sebuah peninggalan gemilang dari masa keemasan Dinasti Syailendra. Tersembunyi di jantung Jawa Tengah, candi ini bukan hanya sekedar monumen arsitektur kuno.

Melainkan juga sebuah cerminan dari kekayaan budaya dan spiritualitas yang memperkaya sejarah Indonesia. Mari kita telusuri bersama jejak-jejak yang menggetarkan dari masa lampau, memahami betapa agungnya peradaban yang telah menghiasi bumi Nusantara ini.

Candi Plaosan merupakan salah satu peninggalan sejarah yang mengagumkan dari masa kejayaan Dinasti Syailendra di wilayah Jawa Tengah, Indonesia. Terletak sekitar 1,5 km sebelah timur dari Candi Prambanan.

Kompleks candi ini menawarkan pesona arsitektur yang memikat serta menyimpan sejarah yang kaya akan kebudayaan dan agama pada masa lampau. Candi ini berlokasi di wilayah Desa Bugisan, bagian dari Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Latar Belakang Sejarah Candi Plaosan

Candi Plaosan, Sumber: wikipedia.com
Candi Plaosan, Sumber: wikipedia.com

Candi Plaosan adalah candi di Jogja yang merupakan peninggalan megah yang menandai masa keemasan Dinasti Syailendra di Jawa Tengah, Indonesia. Bangunan ini didirikan pada abad ke-9 Masehi. Candi ini didirikan pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran.

Awal sejarah Candi Plaosan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, seorang raja yang juga membangun Candi Borobudur dan Candi Sewu dengan latar belakang keagamaan Buddha. Candi ini terdiri dari dua buah candi induk dan mandapa. 

Candi Plaosan dikelilingi 58 Candi Perwara (candi pendamping) dan 194 stupa. Di beberapa Candi Perwara, ditemukan inskripsi-inskripsi pendek yang menunjukkan bahwa bangunan-bangunan tersebut sumbangan dari bawahan raja sebagai bentuk loyalitas. 

Menurut catatan sejarah Candi Plaosan, pada masa kerajaan dahulu, Raja Pikatan memberikan persembahan kepada Pramuda Wardhani sebagai ungkapan cinta. Raja Pikatan dan Wardhani memiliki latar belakang kepercayaan yang berbeda, yaitu Hindu dan Budha. 

Sejarah Candi Plaosan juga mencatat bahwa candi ini adalah bentuk persembahan cinta dari Raja Pikatan kepada Wardhani yang mencampurkan unsur dari kedua agama tersebut, Hindu dan Budha. Hal ini menjadikan Candi ini lambang keharmonisan dua agama yang berbeda. 

Satu hal menarik dari Candi Plaosan adalah adanya sebuah parit dengan ukuran 440 meter x 270 meter yang melingkari kompleks candi, bersama dengan penemuan-penemuan arkeologis di dalamnya. 

Kemungkinan besar, parit tersebut digunakan di masa lampau untuk mengendalikan aliran air tanah di kompleks candi, memadatkan tanahnya. Konon, kerajaan zaman dahulu menganggap bahwa unsur air, gunung, dan sawah merupakan sesuatu yang suci. 

Arsitektur Candi Plaosan

Arsitektur Candi Plaosan, Sumber: promediateknologi.id
Arsitektur Candi Plaosan, Sumber: promediateknologi.id

Arsitektur Candi Plaosan merupakan karya seni yang memukau. Terdiri dari dua kompleks, Plaosan Lor (Utara) dan Plaosan Kidul (Selatan), candi ini memperlihatkan perpaduan antara gaya arsitektur Budha dan Hindu. 

Setiap elemen dari kedua candi tersebut memiliki keseragaman antara satu dengan yang lainnya. Ditempatkan di sisi barat adalah tempat meditasi berbentuk gardu, sementara stupa terletak di sisi lainnya, dan teras dengan bentuk segi empat yang dikelilingi oleh dinding.

Candi Plaosan Lor memiliki sebuah halaman pusat yang dikelilingi oleh tembok, di mana terdapat pendopo dengan ukuran 22 meter x 20 meter, dan pintu masuknya yang terletak di sisi barat.

Saat melihat sekitar candi, akan terlihat bahwa Candi Plaosan sebenarnya merupakan kompleks candi yang luas. Faktanya, ini tercermin dari adanya pagar keliling yang membentang sepanjang 460 meter dari utara ke selatan dan 290 meter dari barat ke timur. 

Dinding candi yang dihiasi dengan relief-relief halus, ukiran-ukiran yang indah, serta ornamen-ornamen yang rumit memberikan gambaran tentang kecemerlangan seni pada masa itu. Bangunan-bangunan pendamping ini memberikan kesan yang lebih megah.

Selain sebagai tempat ibadah, Candi Plaosan juga memiliki makna spiritual yang dalam. Relief-relief di dinding candi menggambarkan ajaran-ajaran Buddha dan cerita-cerita dari kitab suci Buddha, seperti Jataka dan Avadana. 

Hal ini menunjukkan peran candi sebagai pusat penyebaran agama Buddha dan tempat untuk mendalami ajaran-ajaran suci. Dengan keindahan arsitekturnya yang memukau dan nilai sejarah serta spiritual yang terkandung di dalamnya.

Candi Plaosan menjadi destinasi yang menarik bagi para pengunjung yang ingin memahami lebih dalam tentang kejayaan peradaban masa lampau di Jawa Tengah. Melalui upaya pelestarian dan pemeliharaan, keberadaan candi ini akan terus memperkaya pengetahuan kita.

Aktivitas Seru di Candi Plaosan

Aktivitas di Candi Plaosan, Sumber: kompas.com
Aktivitas di Candi Plaosan, Sumber: kompas.com

Ada banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan saat mengunjungi wisata Candi Plaosan. Berikut beberapa aktivitas seru yang dapat Anda nikmati di Candi Plaosan.

1. Wisata Sejarah dan Budaya

Jelajahi keindahan arsitektur dan makna sejarah Candi Plaosan dengan tur pemandu. Dengarkan cerita tentang masa kejayaan Dinasti Syailendra dan kekayaan budaya yang terkandung di dalamnya.

2. Fotografi

Manfaatkan keindahan dan kemegahan arsitektur Candi Plaosan sebagai latar belakang untuk mengabadikan momen-momen indah. Berpose di antara relief-relief halus atau di sekitar stupa-stupa yang memukau untuk menciptakan foto-foto yang mengagumkan.

3. Berburu Sunrise

Meskipun area Candi Plaosan belum dibuka secara resmi pada pagi hari, namun Anda masih bisa menikmati momen sunrise di Candi Plaosan dari luar kawasan candi. Terutama bagi para fotografer, tempat ini menjadi pilihan yang sangat tepat untuk berburu foto-foto.

Dengan begitu banyak aktivitas seru yang bisa dinikmati, mengunjungi Candi Plaosan tidak hanya akan memberikan pengalaman wisata yang menyenangkan, tetapi juga mendalam dan bermakna.

Bagi Anda warga jogja yang akan berwisata keluar kota atau hanya sekitaran wilayah Jogja, Anda dapat sewa bus Jogja sebagai bantuan memenuhi kebutuhan akomodasi Anda dalam berwisata. Sekian dan sampai jumpa di artikel kami di halaman berikutnya.