Kampung Flory Sleman, pilihan wisata berkonsep agro yang kini sedang digandrungi warga Sleman dan sekitarnya. Di kampung wisata ini ada beberapa zona yang tawarkan pengalaman wisata berbeda.

Pilihan destinasi wisata di Jogja memang makin beragam. Tak hanya sajikan pesona wisata sejarah, pantai dan belanja, Jogja juga menarik dengan keindahan desa wisatanya. Salah satu yang sedang jadi primadona adalah desa wisata Kampung Flory Sleman.

Mengandalkan sektor perikanan, pertanian dan perkebunan, Kampung Flory Sleman sangat cocok digunakan untuk berwisata bersama keluarga. Di sini wisatawan dapat menikmati berbagai fasilitas yang terbagi menjadi beberapa zona. Seperti misalnya kolam terapi ikan, homestay, rumah makan, kebun buah, tanaman hias, dan pelatihan agrobisnis.

Zona Kampung Flory

Kampung Wisata Sleman, Sumber : datawisata.com

Dibangun di atas lahan seluas empat hektare, Kampung Flory Sleman terbagi menjadi tiga zona. Zona pertama bernama Taruna Tani. Di sini wisatawan dapat melihat berbagai jenis tanaman buah, tanaman hias serta berwisata kuliner. Zona kedua diberi nama Dewi Flory, di sini tersedia homestay dan pelatihan wirausaha agrobisnis. Setidaknya ada 10 homestay live in dan empat unit homestay ayem-ayem.

Memasuki zona ketiga yang diberi nama Agro Bush, pengunjung bisa melakukan wisata petik buah langsung dari pohonnya. Selain itu di zona ini wisatawan juga bisa melakukan wisata edukasi bersama anak-anak.

Tak hanya itu saja, di Kampung Flory Sleman, pengunjung juga bisa berfoto sepuasnya di antara asrinya pepohonan yang diatur secara rapi dan indah. Untuk yang suka dengan tantangan, bisa juga menjajal sensasi bermain tubing di sungai yang alirannya cukup deras.

Rekreasi Suasana Desa

Dengan luas lahan yang mencapai empat hektare, membuat pengunjung tak bakal merasa berdesak-desakan saat berkunjung. Maka jangan heran jika tempat ini kerap dikunjungi oleh rombongan-rombongan dalam jumlah yang besar.

Laiknya agrowisata pada umumnya, hijaunya dedaunan, segarnya buah-buahan yang matang langsung dari pohonnya, serta beragam kuliner, yang sudah barang tentu sehat dan bernuansa ndeso.

1. Sajian Kuliner Ndeso

Sajian Bali Ndeso, Sumber : djogjatrans.com

Sesuai dengan jargonnya, yakni Bali Ndeso, menu kuliner yang disajikan di objek wisata ini, nyaris didominasi oleh menu makanan rumahan yang ndeso. Harganya pun relatif ramah di kantong, untuk minuman harganya berkisar Rp2.000-Rp4.000, sedangkan untuk makanan harganya berkisar Rp10.000-Rp50.000.

Setidaknya ada dua spot kuliner yang disediakan oleh pengelola, yakni Resto Kopi Keceh dan Resto Bali Ndeso. Keduanya memiliki atmosfer sama berupa gaya etnik khas pedesaan dan ruang makan terbuka yang langsung menghadap pemandangan alam nan segar.

2. Petik Buah Sendiri

Sebagai agrowisata, kebun dengan buah segar yang matang langsung dari batangnya, menjadi wahana andalan yang ditawarkan pengelola kepada wisatawan. Tentu saja, untuk bisa menikmati segarnya buah-buahan yang matang langsung dari pohonnya, tidak gratis, alias berbayar.

3. Outbound Bersama Keluarga

Dengan area yang terbilang luas, bukan hal yang sulit bagi pengelola untuk menyediakan lahan khusus untuk wahana outbound. Wahana inilah yang menjadi favorit wisatawan, terutama bagi mereka yang datang dengan rombongan berjumlah besar.

4. Air Kolam Jernih

Salah satu spot yang jadi favorit di tempat wisata ini adalah kolam ikan. Suasana teduh dan asri, ditambah dengan gemericik air, membuat pengunjung betah berlama-lama di sekitar kolam.

Terlebih kolam sengaja dibangun berada di sekitar restoran. Kolam berair jernih dengan ikan yang berwarna-warni dijamin membuat selera makan wisatawan akan kian menjadi.

5. Terapi Ikan

Terapi Ikan Kampung Flory, Sumber : medcom.id

Di Kampung Flory, wisatawan juga menikmati wahana yang tak biasa. Selain menikmati suasana asri dan gemericik air yang menenangkan, di sejumlah kolam, pengunjung juga bisa menikmati sensasi terapi ikan.

Terapi ikan menjadi salah satu atraksi wisata yang unik. Di objek wisata ini tersedia beberapa kolam terapi ikan yang begitu luas. Kolam tersebut dilengkapi batu-batu kali yang ditata di pinggir atau tengah kolam sebagai tempat duduk.

6. Belajar Bertani dan Berkebun

Di Kampung Flory, wisatawan juga bisa belajar soal dunia pertanian dan perkebunan, seperti mengenal jenis tanaman, bagaimana merawatnya, hingga cara menata tanaman hias di pekarangan rumah. Ada juga taman edukatif, tanaman buah/bunga dalam pot (tabulampot), sayur mayur, dan tanaman obat keluarga.

Demi memberikan edukasi mengenai pertanian, pengelola memberikan pembekalan pada pemandu wisata. Pembekalan tersebut dilakukan oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman.

7. Suasana Asri Khas Pedesaan

Tak hanya sekadar singgah, pengelola destinasi wisata ini juga menyediakan berbàgai fasilitas homestay bagi wisatawan yang ingin menginap. Wisatawan bisa memilih dua macam homestay, yakni 10 unit homestay berkonsep live-in di rumah warga atau Homestay Ayem-Ayem yang jumlahnya ada sekitar empat unit.

Selain itu, pengelola juga menyiapkan beberapa spot yang bisa dipakai wisatawan untuk menggelar pertemuan, rapat, atau semacamnya. Di kompleks objek wisata itu, ada sebuah limasan berkapasitas 200 orang di sekretariat; satu unit joglo limasan kembar berkapasitas 300 orang; serta dua unit Omah Kampung berkapasitas 80 orang.

Rute dan Lokasi Kampung Flory

Untuk masuk ke kawasan desa wisata Kampung Flory wisatawan tak perlu membayar tiket masuk. Namun pengunjung akan dikenakan biaya apabila membeli buah, tanaman hias, berwisata kuliner atau menginap di homestay.

Kampung Flory beralamat di Dusun Jugang, Desa Pangukan, Kecamatan Tridadi, Sleman, DIY. Untuk menuju ke Kampung Flory dari Jogja wisatawan bisa menuju ke jalan Magelang hingga sampai di Lapangan Denggung. Setibanya di lampu merah Dengguh ambillah jalan yang belok ke kiri. Lurus saja melewati jembatan Panukan, lalu setelah itu belok kiri. Selanjutnya sudah ada petunjuk arah menuju lokasi Kampung Flory.

Demikianlah ulasan mengenai Kampung Flory, desa wisata sekaligus wisata alam yang satu ini cocok banget untuk wisata keluarga Anda di Jogja. Jika Anda berniat untuk membawa rombongan ke Jogja, kami sarankan untuk menyewa transportasinya di Jogja Rafira. Wisata Anda akan menjadi lebih aman dan nyaman. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.