Wisata Malioboro Jogja adalah destinasi yang tidak boleh Anda lewatkan ketika berkunjung ke kota pelajar. Malioboro menawarkan pengalaman unik bagi para wisatawan sehingga tak heran jika tempat yang satu ini tak pernah sepi akan pengunjung.

Jalan yang selalu ramai ini dipenuhi oleh beragam pedagang kaki lima, toko-toko souvenir, hingga pusat perbelanjaan modern. Wisatawan bisa menemukan berbagai oleh-oleh khas Jogja mulai dari batik, kerajinan tangan, hingga kuliner tradisional yang menggugah selera. 

Daya Tarik Destinasi Wisata Malioboro Jogja

Wisata di Malioboro, Sumber: happytour.id
Wisata di Malioboro, Sumber: happytour.id

Ada banyak sekali alasan mengapa Anda harus menyempatkan diri singgah ke Malioboro ketika berwisata ke Jogjakarta. Berikut ini adalah beberapa daya tarik yang membuat Malioboro layak untuk dikunjungi.

1. Sarat Akan Sejarah

Malioboro adalah jalan ikonik di pusat Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Jogja hingga perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Jalan Malioboro terdiri dari tiga ruas yaitu jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Malioboro, dan Jalan Jend. A. Yani.

Jalan Malioboro merupakan bagian dari Garis Imajiner Keraton Yogyakarta. Nama Malioboro diduga berasal dari bahasa sansekerta “malya bhara” yang berarti karangan bunga atau dari nama kolonial Inggris Marlborough.

Destinasi wisata Malioboro Jogja awalnya dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan. Malioboro mulai populer pada era kolonial setelah pembangunan Benteng Vredeburg dan berbagai fasilitas lainnya. 

Perkembangan Malioboro semakin pesat berkat aktivitas perdagangan antara Belanda dengan pedagang Tionghoa. Selain itu jalan Malioboro juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, seperti peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

2. Wisata Malam Malioboro Yogyakarta

Wisata kuliner di Malioboro, Sumber: kompas.com
Wisata kuliner di Malioboro, Sumber: kompas.com

Wisata malam di Malioboro menawarkan pengalaman yang berbeda dan memikat bagi pengunjung. Ketika matahari terbenam, Jalan Malioboro berubah menjadi pusat keramaian dengan deretan pedagang kaki lima yang menyediakan berbagai barang dan makanan.

Mulai dari pakaian batik, aksesoris unik, hingga kerajinan tangan khas Yogyakarta. Lampu-lampu jalan yang menyala menambah keindahan suasana malam sehingga menciptakan atmosfer romantis dan penuh suka cita.

Pertunjukan seni jalanan juga menjadi daya tarik tersendiri. Seniman lokal sering menampilkan musik tradisional, tari-tarian, dan pertunjukan lainnya yang menghibur para wisatawan. 

3. Wisata Kuliner Malioboro Jogja

Wisata kuliner di Malioboro menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi para pecinta makanan. Di sepanjang jalan ada beragam hidangan khas Yogyakarta mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. 

Ada angkringan yang merupakan warung makan sederhana dengan menu berupa nasi kucing, sate-satean, dan berbagai gorengan. Selain angkringan, sate kere, dan wedang ronde juga menjadi daya tarik tersendiri. 

Sate kere adalah makanan yang terbuat dari gajih atau lemak sapi yang dibumbui dengan berbagai rempah sehingga memiliki cita rasa unik yang menggugah selera. Ada juga wedang ronde yang cocok dinikmati di malam hari.

Wedang ronde adalah minuman hangat yang terbuat dari bahan dasar jahe dengan bola-bola ketan dan kacang tanah. Suasana malam di Malioboro semakin hidup dengan keramaian para pedagang dan wisatawan yang saling berinteraksi. 

4. Banyak Spot Wisata Dekat Malioboro

Destinasi wisata Malioboro Jogja sangat dekat dengan berbagai tempat wisata lain yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Bahkan untuk beberapa tempat wisata yang bisa diakses cukup dengan berjalan kaki dari Malioboro.

Setelah berbelanja di Jalan Malioboro, Anda bisa langsung mengunjungi berbagai tempat wisata lain yang berdekatan seperti Keraton Jogja, Alun-alun Utara, Masjid Agung, Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo, dan Kampung Kauman. 

Selain itu, terdapat juga wisata arsitektur peninggalan kolonial Belanda seperti Gedung Societeit (sekarang Taman Budaya), Bank Indonesia, Hotel Inna Garuda, dan Bank BNI’46. Untuk tempat belanja tradisional ada beberapa pasar.

Anda bisa berkunjung ke Pasar Ngasem atau Pasar Beringharjo. Saat ini, Jalan Malioboro sudah semakin maju dan tertib dibandingkan sebelumnya. Tempat parkir telah disediakan di luar jalan utama, dan pedagang menata dagangannya dengan rapi di sepanjang jalan. 

Banyak area khusus untuk pejalan kaki, spot foto, tempat duduk, dan karya seni rupa yang menghiasi Jalan Malioboro. Kemajuan ini merupakan upaya dari pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.

5. Akses Menuju Malioboro Sangat Mudah

Wisata kuliner di Mali,oboro, Sumber: trn.asia
Wisata kuliner di Mali,oboro, Sumber: trn.asia

Akses menuju Jalan Malioboro cukup mudah karena tempat ini merupakan kawasan yang berada di pusat kota. Jika Anda berangkat dari Terminal Giwangan atau halte bus maka bisa memanfaatkan bus kota jalur 4 atau bus Trans Jogja trayek 3A dan 3B.

Selain bus ada juga taksi yang bisa menjadi pilihan. Anda bisa memesan taksi melalui telepon atau mencegat langsung di pinggir jalan. Bagi yang ingin merasakan suasana tradisional, andong atau becak dapat digunakan sambil menikmati syahdunya suasana Jogja. 

Setibanya di Malioboro, pengunjung dapat langsung menikmati suasana tanpa perlu membeli tiket, karena ini adalah pusat belanja umum yang menjadi andalan Jogja. Untuk menikmati Jalan Malioboro, Anda bisa merencanakan aktivitas dari pagi hingga malam. 

Pagi hari cocok untuk olahraga dan sarapan, sementara siang hingga sore hari lebih cocok untuk berbelanja. Tentu saja Anda juga bisa berburu kuliner lezat untuk mengisi perut seperti yang sudah dibahas di atas.

Bagaimana, tertarik untuk berwisata ke Malioboro? Jika tertarik Anda bisa menggunakan armada dari Jogja Rafira untuk menuju kesana. Jogja Rafira adalah layanan jasa sewa bus Jogja yang siap membantu Anda dan rombongan berwisata dengan nyaman.

Selain siap mengantar Anda untuk jalan-jalan ke wisata Malioboro Jogja, tentu saja kami juga bisa mengantar Anda ke berbagai destinasi wisata lain seperti Taman Pintar, Pantai Parangtritis, Candi Prambanan, dan masih banyak lagi lainnya.