Jenis Mesin Bus – Model bus besar secara umum terbagi menjadi dua, dengan mesin depan atau mesin belakang. Bus besar dengan mesin depan biasa digunakan sebagai armada kelas ekonomi atau dengan trayek dekat sampai sedang.

Bus mesin depan biasa dipilih karena harga sasisnya yang lebih murah daripada mesin belakang. Selain itu, bus mesin depan lebih cocok pada kondisi jalan yang stop & go karena akselerasinya yang lebih spontan.

Secara dimensi, bus dengan mesin depan memiliki panjang sekitar 12 meter dengan tinggi 3,6 meter, tidak jauh berbeda dari mesin belakang. Namun, ada beberapa detail eksterior dan interior yang bisa membedakan bus mesin depan dengan belakang.

Pada bagian depan bus bermesin depan, terdapat gril yang berfungsi untuk masuknya angin ke mesin. Sedangkan bus mesin belakang tidak ada gril.

Gril sangat dibutuhkan pada bus mesin depan agar ada pasokan angin yang masuk ke mesin. Kemudian kisi-kisi yang biasa ada di bagian samping belakang di bus mesin belakang, tidak ada di bus bermesin depan.

Tidak adanya kisi-kisi pada bagian samping bodi membuat tampilan body samping bus terlihat bersih. Sedangkan ruang kosong di bagian belakang, bisa dimanfaatkan sebagai bagasi dan tempat menyimpan ban serep.

Bus mesin depan biasanya ada gundukan mesin di bagian depan. Gundukan ini posisinya tepat berada di samping kursi pengemudi. Hal ini membuat jalan masuk penumpang lebih sempit dari bus mesin belakang. 

Baca juga : Jenis Bus Pariwisata

Jenis Mesin Bus : Berdasarkan Tipe Sasis-nya

Ilustrasi Jenis Mesin Bus
Ilustrasi Jenis Mesin Bus, Sumber : Radar Cirebon

Dari berbagai merek sasis yang ada di Indonesia, setidaknya ada 4 sasis bus yang hingga kini masih banyak diminati dan diandalkan.

Lalu apa saja merek sasis bus tersebut? berikut informasinya yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Hino

Merek sasis bus satu ini bisa dibilang kini jadi idola di Indonesia, khususnya untuk PO bus di Pulau Jawa. Mesinnya yang tangguh serta sistem elektrikalnya yang tak rumit, jadi salah satu alasannya.

Karena kemudahan perawatannya yang belum banyak pakai komputer atau sensor-sensor, sehingga kasarnya mekanik pinggir jalan pun bisa benerin kalau misal ada rusak-rusak di jalan.

Adapun jenis sasis dari merek Hino yang saat ini banyak digunakkan, yakni R260 dan RN285. Untuk yang terakhir disebutkan, terbilang sudah cukup canggih, karena sudah menggunakan sistem komputerisasi meskipun belum terlalu rumit.

Menyoal spesifikasinya, Hino R260 dibekali dengan mesin diesel 6 silinder segaris berkubikasi 7.684 cc dengan turbo intercooler. Tenaga yang dijanjikannya mencapai 256 daya kuda.

Sementara untuk RN285 memiliki spesifikasi mesin diesel 6 silinder berkubikasi 7.684 cc turbo intercooler. Di atas kertas, mesin ini menjanjikan tenaga 283 dk dan torsi 892 Nm.

Baca juga : Tips Merawat Bus

2. Mercedes-Benz

Ilustrasi Double Decker
Ilustrasi Double Decker, Sumber : kompas.com

Merek sasis berikutnya yang juga banyak diminati PO bus di Indonesia, yakni Mercedes-Benz. Tidak hanya di Pulau Jawa saja, sasis merek Mercedes-Benz rupanya juga sangat banyak digunakkan di Pulau Sumatera.

Selain punya kenyamanan yang jauh lebih baik, sasis merek Mercedes-Benz juga terkenal punya tenaga dan torsi yang sangat besar. Sehingga dinilai andal dalam melaju di jalanan yang menanjak dan berliku.

Kalau Mercedes-Benz yang sekarang banyak dipakai itu, 1526 atau 1626. Karena untuk sistem komputernya dia belum terlalu rumit juga, jadi makanya masih banyak yang pakai.

Untuk spesifikasinya, Mercedes-Benz OH 1526 dan OH 1626 sama-sama dipersenjatai dengan mesin diesel 6-silinder segaris turbo intercooler berkubikasi 6.374 cc.

Tenaganya mencapai 260 dk dan torsinya hingga 950 Nm. Perbedaan antara OH 1526 dan OH 1626 terletak pada sistem transmisi yang digunakan. Bila di OH 1526 hanya tersedia manual 6 percepatan saja, maka di OH 1626 terdapat pilihan transmisi lain otomatis 6 percepatan.

3. Scania

Merek sasis berikutnya yang banyak dipakai PO bus di Indonesia, yakni Scania. Sasis yang dikenal akan kenyamanannya ini memang secara populasinya belum sebanyak Mercedes-Benz atau pun Hino.

Kendati begitu, sasis Scania kini perlahan mulai banyak dilirik untuk mengisi line up bus mewah atau bus tingkat. Selain dikenal nyaman, sasis Scania juga punya tenaga dan torsi yang cukup besar.

Kalau untuk Scania ini memang belum begitu banyak, istilahnya masih beberapa PO saja yang punya, dia biasanya bisa buat double decker atau tronton.

Ilustrasi Tipe Sasis Bus
Ilustrasi Tipe Sasis Bus, Sumber : kompas.com

Dari berbagai jenis sasis Scania yang ada, tercatat hanya ada dua jenis sasis yang cukup banyak peminatnya, yakni K410ib. Sasis itu mengadopsi mesin diesel 6 silinder berkubikasi 13.000 cc turbo intercooler.

Tenaga yang dihasilkannya mencapai 410 dk dengan torsi puncak hingga 2.000 Nm. Mesin bertenaga besar itu dipadukan dengan sistem transmisi otomatik 8 percepatan Opticruise.

Baca juga : Tips Sewa Bus

4. Volvo

Terakhir ada sasis bermerek Volvo yang juga digunakan oleh beberapa PO bus di Indonesia. Sama seperti Scania, sasis bus merek Volvo ini juga dikenal nyaman, bertenaga, dan punya harga yang cukup mahal.

Jenis sasis Volvo yang banyak digunakkan saat ini, adalah B11R. Di atas kertas memiliki spesifikasi mesin diesel 6 silinder berkapasitas 10.8 liter turbo intercooler.

Mesin itu mampu menghempaskan tenaga 370 dk hingga 460 dk dengan torsi berkisar 1.770 Nm hingga 2.200 Nm. Sistem transmisinya menggunakan automatik Volvo i-Shift.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa jenis mesin bus berdasarkan tipe sasis-nya. Anda tinggal menyesuaikan pilihan tipe sasis dengan keperluan penggunaan bus. Jika membutuhkan furniture kunjungi toko meja kantor. Semoga informasi ini bermanfaat.